Langsung ke konten utama
Catatan PERJALANAN ...
 Infrastruktur dan Bencana

benar benar lupa
dilupakan
melupakan
atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara..

Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik


bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah
"mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy???
'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui
sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar
prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada
hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan
hal-hal yg dianggap sepele
hal-hal yg dirasa bukan urusan kita

tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja..
Apa saja yg kami lihat
Candi
Rumah Sakit
Bendungan/Dam
Pantai dan Penahan Ombak
Sabo Dam/Dam Pengendali Lahar
Gardu Listrik
Jembatan


Banyak hal yg kami dapat dari perjalanan ini
Pertama sekali, pertemanan yg semakin erat
kami punya latar belakang disiplin ilmu yg berbeda, dan tidak satu pun dari kami yg berbasik teknik sipil, arsitektur maupun mengerti bangunan-bangunan
tapi kami mau tau bingits bagaimana infrastruktur yg buatan manusia itu mempercantik tampilan muka bumi dan sekaligus menambah beban muka bumi yg bisa saja mengakibatkan bencana

Pernah berpikir bahwa struktur pintu yg salah bisa menghambat kita utk menyelamatkan diri, bangunan rumah sakit yg tidak aman, jembatan yg dibangun tidak sempurna, instalasi listrik yang tidak aman, bangunan candi yg rawan dan lainnya

semua hal itu tidak terpikirkan pada awalnya hingga Professorku bilang
"Bencana alam itu tidak jahat, secara umum gejala alam adalah memang harus terjadi, yg menyebabkan korban dan kerugian seringkali adalah bangunan dan infrastruktur yg ada di muka bumi'











Catatan yg kupahami dari perjalanan ini,
Berdamailah, manfaatkan dengan bijaksana
Alam bisa dijadikan sahabat, jangan jadikan sebagai musuh

Pangkalan Bun, 12 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...