Langsung ke konten utama

Perjalananku bersama Oriflame

Aq.. ga pernah menyangka bakal nyangkut di bisnis ini, ga bakal punya penghasilan tambahan selain dari memberi les dan menjadi guru paruh waktu
sudah lama aq tahu Oriflame, sejak tahun 2001, aq ikut gabung dibisnis ini, tapi cuma untuk pake sendiri tanpa embel2 bisnis (secara aku ga dikenalkan dan diterangin tentang sistemnya)
3 tahun hanya jadi pembeli dan pemakai, kemudian non aktif.. trus banyak dech MLM yg aq ikut, cuma sekedar ikut dari sepatu, tas, multiproduk, obat2an dll
semua pun hanya dan hanya.. (tanpa proggress yang oke)
Finnally tahun 2008 adik kelasku dari semarang menawarkan bisnis ini lagi, aq pun join kembali dengan penuh minat karena aq tahu produk kosmetik dari Oriflame emang bagus, tapi aq tetep tanpa motivasi bahwa akan berhasil di bisnis ini....
then aq order lewat dia, tapi dia kesulitan utk membantu, dia kasih aq no telp. sang senior dir dari jakarta.. (sebelumnya juga aq ga tahu dia senior dir, kupikir dia bekerja di salah satu cabang Orif so klo order enak ga pake nunggu lama)
Nah.. kenalan dech kita, Erni Rahmawati (bossErni-senior gold dirnya.. tq ya mba) katanya..
mba erni ini, ngajarin aq macem2, ngejelasin aq macem2, bisnisnya.. marketingnya.. prospeknya
Bleggh..
baru dech aq ngeh klo kita bisa sangat2 kaya disini
bukan cuma kaya uang, tapi kaya pertemanan, kaya ibadah, kaya pengalaman dan lainnya
finally.. aq yg tadinya ga punya second income alhamdulillah sekarang sudah penya penghasilan juta-jutaan (min. 1,5jt perbulan)
siapa coba yg mau kasi penghasilan 1,5juta
tapi tetap penuh perjuangan dan kerja ya.. cuma ga' pake acara banting tulang lagi, ninggalin anak dan suami berjam-jam, dengan online, via call, via sms.. bisnisnya sudah bisa dijalanin.
sebelum aq tahu bisnisnya.. aq memang mandeq tanpa penghasilan tambahan, tapi setelah dipahami dan mengerti bisnis ini sangat-sangat mudah


yang bulan ini harus jadi SM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...