Langsung ke konten utama

Langkah Pertama

per 15 maret 2011, aq resmi bertitel DIRECTOR wah kabayang ya seorang direktur di Oriflame lagi
tapi ini bukan akhir pencapaianku, bukan akhir dari mimpiku.. ini adalah langkah pertama, namun ini juga bukti bahwa suatu hal yg dijalankan dengan kesungguhan akan menghasilkan sesuatu yg indah
Masih ingat 3 tahun lalu seorang teman bertanya produk perawatan apa yg kupakai, kujawab bahwa aq senang dg Oriflame, aq sudah kenal produknya dari tahun 2001 (wuiihh jadul banget ya) udah 2 kali jadi member
trus dia ajak aq join lagi.. awalnya hitung-hitung beli barang lebih murah dan aq sukses lolos wp1,wp2 dan wp3
tanpa bermaksud utk berbisnis
sesudah 2 tahun baru aq melek bisnisnya, baru sadar stelah dilewatin downline, baru sadar kalo ada uang yg ditransfer ke rekening (secara upline langsungku ga kasih tau apa2)
Alhamdulillah aq ada di grup yg bener2 perhatiin jaringannya, directorku lah yg perhatian dan tahun 2009 lalu di bulan oktober jauh2 datang ke pangkalan bun, melalui banjarmasin yg utk ketempatku perlu waktu 12jam
dan saat pertama bikin OOM itu yg hadir cuma 12 dari 90 undangan yg disebar.. (alhamdulillah ke12nya join)
naeklah aq ke level 9% dengan bonus 400rb (udah jingkrak-jingkrak)
dan pas 1 tahun kemudian (lamma yaa... terlalu nyantee) aq mencapai level SM (senior manager 21%)
dan stelah itu barulah banyak yg lirik2 aq, banyak yg nyadar
"koq mba dian yg gitu2 aza bisa di level 21% ya?? bisa punya bonus 5jt"
" hehehhehe.. " baru pada sadar bahwa Oriflame ga bohong.. (nha ini kata new memberku yg punya prediksi klo reward itu hanya akal-akalan)
memang berasa perubahannya stelah qta SM (pantesan dulu my director ojok2in dan bilang klo udah SM itu ntar hawanya beda mba Diannnn!!!)
yg pertama sih berasa punya income kedua yg gede bangetz, bahkan ngalahin gaji dan ngajar yg kejar setoran
yg kedua pandangan tmen-tmen, dan orang2 diluar MLM
yg dulu ga gerak sekarang gerak
yg dulu nolak join sekarang minta diajarin
pokonya beda lah..
tapi posisi yg sekarang adalah benar-benar amanah, meraihnya sering kali mudah, tapi mempertahankannya???
karena memimpin grup ini tidak gampang, namun buatku no excuse .. dan ga usah dicari2
klo sesuatu itu tidak sesuai dg harapan kita, maka bukan sesuatunya yg salah, pasti ada yg salah didiri kita
jadi.. Langkah Pertama ini akan jadi kualifikasi pertama utk kualifikasi selanjutnya.
Insyaallah Diamond.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...