Langsung ke konten utama

Pilihan Kita

Pilihan kita akankah selalu benar?

duluuuu sekali
pernah ada yang bilang
"apa yang menimpaku tidak pernah SALAH
dan apa-apa yang SALAH tidak pernah menimpaku



tapi benarkah demikian?
pernah kah merasakan bahwa apa yang kita perbuat selalu salah
apa yang kita buat menghasilkan yang salah
apa yang kita lakukan membuat hal-hal tidak mengenakkan menimpa kita
betulkah??
lalu kita berpikir bahwa 'Tuhan tidak A.D.I.L
padahal coba kita periksa dan ulangi sekali lagi
pernah aku tidak diijinkan study lanjut oleh atasanku
apa yang terjadi??
aku merasa jatuh, merasa tidak berharga
dan aku menemukan tulisan diatas pada saat membuka sebuah buku bacaan
(tulisan itu kubuat sebagai pembatas buku)
lalu aku berpikir kembali bahwa mungkin ada rencana Tuhan yang lain untukku, dan itu lebih baik bagiku dibanding aku sekolah lagi


pada saat itu aku berencana studi di jepang
yg kalau berangkat, bertepatan sekali dg kondisi Jepang saat menerima tsunami

dan pernyataan kalimat diatas itu benar
Tuhan bukan tidak mengabulkan yang aku inginkan tapi Tuhan memberikan apa yang aku perlukan
 


Jadi
apapun pilihan kita dalam hidup ini yakinlah"
kalaupun kita gagal, hal itu bukan kesalahan
kalaupun belum tercapai, itu juga bukan kesalahan
jadi cukup lakukan saja, lalu doakan
maka Tuhan akan menentukan


so Jangan takut memilih, apapun itu just try it and do it
(asal dalam kebaikan tentunya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...