Memiliki seorang anak yang lahir prematur memang merupakan sebuah "cobaan dan anugerah"kenapa menjadi cobaan??
karena hingga usianya 2tahun, bayiku harus selalu dalam pengawasan ketat, ekstra hati-hati -
"bayi beresiko tinggi" kata dokter
bayi yang memang dirindukan kehadirannya dalam keluarga ternyata seorang bayi laki-laki prematur
yang lahir pada usia 32 minggu dan hanya memiliki berat 1200gr
harus berada dalam inkubator selama 3 minggu, harus mendapat donor ASI karena ASI bundanya tidak ada
bukan itu saja
setelah 10 hari keluar dari RS harus mengalami 'gagal Nafas' dan sempat kehilangan detak jantung selama beberapa menit, memerlukan donor Gol.A yg ternyata juga tidak mudah didapat
Bayi yang gampang tersedak, selalu mengalami kembung hingga usianya 6 bulan,alergi susu sapi yang sampai hari ini masih dijaga ketat asumsi susunya, karena akan mengalami diare jika salah
kekhawatiran demi kekhawatiran terjadi
di usia 4bulan terlalu sensitif dg suara dan gampang kaget, hampir semua perkembangannya dirasa terlambattapi... ternyata "tidak
karena perkembangan bayi prematur, bukan diukur dari usia kronologis dia lahir, tapi diukur dari usia koreksi yang Alhamdulillah perkembangan bayiku masih sesuai tahapannya
yang Alhamdulillah memiliki fisik sempurna
Kian Thoriif Atha' nama bayi lelakiku itu
kuberi nama Thoriif yang berarti 'keajaiban
ya.. Oif adalah keajaiban dari Allah
lalu dimana 'anugerahnya?
pertama sekali, setiap anak yang lahir adalah anugerah, senyumnya, tawanya, igauannya bahkan tangisnya sering membuat kita lupa segala kesedihan yang kita punya, membuat kita lupa bahwa beban pekerjaan sangat berat
Anugerah karena darinya aku belajar banyak halsabar, setia bahkan bercermin akan kelakuanku
bukan itu saja
Oif membuat aku makin menghargai keluarga dengan anak-anak yang perlu perhatian khusus
membuat aku banyak membaca tentang bayi-bayi prematur
bayi-bayi berkebutuhan khusus
dan membuat aku banyak sekali bersyukur pada Allah akan kehidupan iniyah.. cobaan membuat kita naik satu tingkat,
membuat kita kembali berkaca bahwa betapa banyak nikmat yang seharusnya disyukuri
dan sebenarnya tidak ada 'cobaan yang ada adalah pembelajaran
yang menentukan akan kemana kita selanjutnya
menjadi hamba yang pengeluh dan menyerah atau hamba yang kuat dan selalu bersyukur
semua akan kembali pada kita karena kita sang pembuat pilihan
"ditulis dengan cinta"
Komentar
Posting Komentar