Langsung ke konten utama

berCerita tentang 'Mimpi

aduh.. hari ini benar-benar hari yg mencuri waktu
hehehe, bahasaku ya?? 'mencuri waktu
iyalah mencuri waktu, bagaimana engga' weekend yg harusnya dihabiskan utk bermain bersama anak-anak tersayang kuhabiskan utk sharing bisnis ke kabupaten lain dengan team kerja yg sedang semangat-semangatnya.
banyak obrolan kami di perjalanan...
obrolan wanita-wanita tangguh, wanita yg sebenarnya bisa saja duduk diam di rumah dan menunggu 'hasil rejeki dari suami
karena mereka-mereka istri dari seseorang yg sebetulnya tidak "kekurangan walau hanya dengan 'menadahkan tangan'
tapi apa? satu Hal yg ternyata sama diantara kami
"tidak suka menerima penolakan"
hahahaha.. yah, kami wanita-wanita yg paling tidak suka pada saat bilang sama suami
'yang, beliin mobil dong..."
lalu jawaban suami, " mobil??? ampun bunda memangnya bunda gak tau harga mobil berapa?"
itulah yg kata mereka, membuat kita selalu dongkol..
emoh deh kalo ditolak mulu.. minta uang saku tambahan selalu ditanya2in, minta gadget baru tambahan selalu dihitung-hitung, aih..

jadi untuk apa kita berpangku tangan, kalau kita bisa melakukan banyak hal
bener khan ya??

belum lagi, jika sesuatu" terjadi pada suami.. sesuatu yg 'amit-amit deh kalo sampe kejadian
kita sebagai istri masih bisa menopang ekonomi keluarga
dan kita minimal tidak merepotkan sanak-saudara, karena kita punya 'penghasilan sendiri
Aduhhh
pikiran yg cukup luarbiasa

banyak MIMPI juga mereka ceritakan
ingin sekali jalan-jalan ke luar negeri
ingin punya mobil mewah
ingin punya rumah mewah
mmm...
tentunya itu lah yg membuat mereka mau "mencuri waktu
mengurangi jatah keluarga di akhir pekan
menerima "cemberutan suami karena meninggalkan rumah
sering banyak yg bertanya
'halah mba.. kalo saya sih, sabtu minggu mah dirumah aza, sudah dari senin sampe jum'at kerja keras
maunya sabtu-minggu istirahat deh'
yah, gak salah juga sih
atau
'apa sih mba yang dikejar? anak-anak sehat, bisa makan 3 kali sehari, bisa bayar uang sekolahnya ya sudah cukup'
bahkan sering kali
' gak usah deh mba.. bisnis2an. ribet. minta aza lah sama bapaknya anak-anak."
mmmm...
saya seringkali hanya manggut-manggut dg opini mereka
tapi kalo saya selalu berpatokan
'Uang memang bukan segalanya tapi.. segala-galanya perlu Uang'
pada saat anak kita perlu "Jajan seperti temannya kita tidak mungkin menunggu suami pulang utk meminta

pada saat anak harus bersekolah di sekolah bagus, pada saat anak memerlukan 'perawatan kesehatan terbaik.. kita tidak perlu meminta'
pada saat keluarga memerlukan pertolongan finansial tambahan.. kita tidak menjawab hanya dg senyuman 'maaf
 atau pada saat sesuatu terjadi pada suami kita, kita masih bisa mandiri tanpa perlu menunggu belas-kasihan orang lain

'Ambisius.. Maksa.. Kejar Target'
itu selalu cap yg diberikan orang lain untukku, dan sekarang mungkin juga utk teman-teman timku
hehehehe..
tentu saja.. kami punya target, dan terkesan memaksa utk mencapainya bahkan terlihat ambisius
karena Kami.. tidak ingin hidup hanya mengalir, karena pada saat ditanya "pertanggungjawaban" apa-apa yg sudah kami kerjakan di dunia kami bisa menjawab dg bangga
Hidup memang musti punya target
betapa tersia-sianya kalo kita hanya bangun pagi-makan-berjalan tanpa tujuan jelas lalu tidur lagi
begitu terus berulang setiap hari
mmmmm
bukankah 'manusia akan sangat berguna pada saat dia bisa membuat orang lain jadi lebih bahagia'

ya..
itulah mimpiku

'membuat orang lain menjadi lebih bahagia dari sebelumnya"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...