Langsung ke konten utama

Abi.. Idola aku banget.

12 thn perjalananku bersamamu
mulai dri bangun tidur sampai tidur lagi,
yg dulu sewaktu masih remaja dan kuliahan ga terbayang dibenakku

yg selalu kutanyakan pada tmen2 yg pacaran hampir all day bersama pacarnya
yg selalu kutanyakan pada mereka yg habis wakuncar 5' kemudian di telpon lagi
adalah " Gak bosen loe? lihat muke dia mulu?? ga bosen loe? dia lagi dia lagi
saat itu terbayang betapa menjenuhkan dan menjemukan, dunia hanya berputar diantara aku dan kamu
bersama orang yg sama hampir setiap waktu? mungkin hanya 5-6 jam yg tidak bersamanya
itulah kenapa aku anti PACARAN
(belom tau kalo pacaran itu ga boleh.. ga bener, dan engga 1001 lainnya)
cuma satu yg kuingat dulu.. PACARAN=BOSEN

Alhamdulillah, aku menikah dg seseorang yg luarbiasa sabar
yg selalu menjawab dg senyum
yg pacarannya dilakonin setelah menikah
yg ternyata.. aku berasa ga hidup kalo ga ada iya
(manja 100%)
hampir semua hal dilakukan Aa, dri halhal kecil seperti memasang paku utk menggantung foto
sampai halhal besar mengelola keuangan
berasa bahwa aku dicintaiiiiii banget, disayangiiiii banget, dimanjain banget
kata temanku "itu penjajahan psikologis yg aku lakukan pada suami- sok butuh
hehehehehe.
Pdahal suamiku jika ada yg tanya padanya selalu bilang
'Istriku itu MANDIRI banget"
xixixixixixi, dia menutupi semua kemanjaanku (baca: Malas kalee ya)
kalo para bunda yg lain bilang bahwa sarapan diatas ranjang yg disediakan pasangan hanya ada di film2, buatku itu terjadi Nyata
Aa sering membuatkan sarapan bahkan sampai hari ini, di Tahun ke12pernikahan
(caranya itu masih sering kuartikan tidak romantis dan anak perempuanku selalu bilang : Mama males banget sih)
pada saat dia meminangku pun dia tidak romantis
tidak bilang bahwa matamu indah, tidak bilang kalau aku cantik, tidak bilang kalau aku pintar, bahkan tidak bilang bahwa ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamaku.
hisshhh.. dia hanya bilang : Menikahlah denganku, di teras sebuah mesjid dg sebuah cincin emas
(Romantis mungkin buat sebagian wanita, kejutan tanpa diduga duga)
jawabanku waktu itu dg ketusnya : "Yakin loe?
tapi aa hanya tersenyum dan bilang, kenapa tidak kita buktikan??
kesannya main main, kesannya menikah utk membuktikan apakah dia lelaki yg tepat untukku
Lelaki dg kesabaran luarbiasa

Pernikahan tanpa masalah??
tentunya tidak, pasti ada saja masalahnya, pasti ada saja benturannya.
2 kepala dg pemikiran yg berbeda.. 2 kepala dg konsep pendidikan yg berbeda
Sampai di tahun ke5 pernikhan kami, sebuah badai datang

(bersambung ya ke part2.. nidurin Thoriiff dulu..)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...