Langsung ke konten utama

Kita beda, Kita unique, Kita penting

Hari senang bisa berbagi... membangun mimpi setiap orang. ALHAMDULILLAH ada 50 orang yg hadir di acara how to dream big and reach it.
Poin yg kukatakan pada mereka hari ini adalah judul diatas
Allah menciptakan kita bukan untuk kesiasiaan, bukan untuk menjadi penadah..
Tapi kita punya tugas yg sangat besar itulah mengapa kita penting ada di bumi, terlahir ke dunia
Dan kita berbeda satu sama lain, dengan sifat lahir yg berbeda, itulah mengapa kita unik.

Jangan jadikan hidup ini sia sia
Buat tujuan hidup kita
Maka kita akan lebih bersemangat.
Lebih berhasrat untuk menjadikan hidup ini memiliki arti

Banyak hal yg dituliskan 50 orang tadi sebagai mimpinya
Berdoa mereka dapat mencapainya segera

Sebagai langkah awal
Membangun percaya diri mereka
Dan menuliskan apa mimpinya.

Langkah selanjutnya adalah membuat mereka menjadi pejuang di hidup ini.
Amiieenn

InsyaAllah akan tunai janji ini. Sukseskan orang lain, maka kamu akan sukses itu prinsipku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...