Pria kebanggaanya, pria gagah yg dinikahinya setelah 2 tahun terkulai tak berdaya terserang stroke
Padahal selama ini ibulah yg kami jaga matimatian karena kondisi tensinya yg labil
Semua keluarga hanya bisa ikut sedih
Dan bergumam
'Tuhh kan, dibilang juga apa.. gak usah nikah sama pria itu"
"Hmmmm, ngeyel sih waktu dibilang dulu
Waktu ibu tidak mau bermenantu itu
' yah.. baru dirasa kan
Mana si gagah yg dulu"
Ia hanya bisa terdiam, menerima nasib hri ini yg harus dijalaninya.
Pria itu, pria kedua dalam hidupnya
Yg pernah dibawanya datang ke rumah, meminta dukunganku
Yg pada saat itu sempat bilang
' tanggapan ibu bagaimana??'
' saudara saudara yg lain bagaimana?
Ia hanya menjawab
'Bahwa hatinya hanya utk pria itu, mungkin dia tidak akan menikah lagi kecuali dg pria itu
Aku dan suamiku yg kuminta bijaksana bertanya pada ibu
Apakah ada restu utknya
Ibu saat itu memang merasa keberatan dan enggan memberi restu
Bahkan sempat berucap
'Mungkin akan keluar dri rumah
Aku hanya bisa menghela nafas
suamiku pun tidak bisa berkata apa2
Kakak2 yg lain malah berpikir ke arah yg tidak2
Dipelet lah.. didukunin lah
Aku hanya tersenyum dan bilang
'Inilah yg namanya kasmaran...
Dg kekeraskepalaannya
Ia menikah
Aku dan suamiku pun terkejut
Hanya bisa tersenyum dan berucap
'Hati-hati, karena gagal pertama kali sudah cukup tanpa harus ditambah gagal yg kedua.
Sebulan kemudian
Kami ke rumah ibu, lho ternyata Ia dan suaminya tinggal serumah dg ibu
Dan ternyata pria itu
Tidak memiliki pekerjaan tetap
...
Komentar
Posting Komentar