Langsung ke konten utama

Restu ibu.. restu surga

Pria kebanggaanya, pria gagah yg dinikahinya setelah 2 tahun terkulai tak berdaya terserang stroke
Padahal selama ini ibulah yg kami jaga matimatian karena kondisi tensinya yg labil
Semua keluarga hanya bisa ikut sedih
Dan bergumam
'Tuhh kan, dibilang juga apa.. gak usah nikah sama pria itu"
"Hmmmm, ngeyel sih waktu dibilang dulu
Waktu ibu tidak mau bermenantu itu
' yah.. baru dirasa kan
Mana si gagah yg dulu"

Ia hanya bisa terdiam, menerima nasib hri ini yg harus dijalaninya.
Pria itu, pria kedua dalam hidupnya
Yg pernah dibawanya datang ke rumah, meminta dukunganku
Yg pada saat itu sempat bilang
' tanggapan ibu bagaimana??'
' saudara saudara yg lain bagaimana?
Ia hanya menjawab
'Bahwa hatinya hanya utk pria itu, mungkin dia tidak akan menikah lagi kecuali dg pria itu

Aku dan suamiku yg kuminta bijaksana bertanya pada ibu
Apakah ada restu utknya
Ibu saat itu memang merasa keberatan dan enggan memberi restu
Bahkan sempat berucap
'Mungkin akan keluar dri rumah
Aku hanya bisa menghela nafas
suamiku pun tidak bisa berkata apa2
Kakak2 yg lain malah berpikir ke arah yg tidak2
Dipelet lah.. didukunin lah
Aku hanya tersenyum dan bilang
'Inilah yg namanya kasmaran...

Dg kekeraskepalaannya
Ia menikah
Aku dan suamiku pun terkejut
Hanya bisa tersenyum dan berucap
'Hati-hati, karena gagal pertama kali sudah cukup tanpa harus ditambah gagal yg kedua.

Sebulan kemudian
Kami ke rumah ibu, lho ternyata Ia dan suaminya tinggal serumah dg ibu
Dan ternyata pria itu
Tidak memiliki pekerjaan tetap
...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...