Langsung ke konten utama

Jatuh Cinta Lagi yuuk!

Nekat keluar dri rumah tanpa membawa apapun.. seperti seseorang yg tidak berpikiran jernih
Meninggalkan suami dan 2 orang anak dg membawa si bungsu ikut serta
Membuat semua teman, saudara, tetangga bahkan rekan kerja hanya geleng2 kepala. BAHKAN banyak yg berucap kasar bahwa itu B***h
Benarkah? Benarkah keputusannya? Benarkah apa yg dilakukannya? Benarkah dan berjutajuta tanya muncul dalam pikiranku
Apakah jika aku diposisinya, akupun akan meninggalkan rumah, meninggalkan buah hatiku utk sepenggal hati yg baru?
Ach entahlah..
Tapi.. apa yg dilakukannya mungkin menurutnya sudah benar, karena aku hanya bisa menebaknebak
...

Pernikahan adalah sebuah perjuangan, perjuangan utk tetap membangun cinta, kasih dan sayang, perjuangan utk berbagi dan saling mengerti, perjuangan utk membesarkan generasigenerasi beriman yg tangguh.
"Menikah utk bahagia' bukankah itu tujuan utama
Dan bahagia adalah sebuah perasaan yg ada karena kita bersyukur.

Banyak yg selalu bilang
Kita tidak bisa memilih orang tua, orang yg mendukung kita setiap waktu
Tapi kita bisa memilih dg siapa kita akan menghabiskan sisa umur sbelum dipanggil, kita bisa memilih siapa pasangan hidup kita untuk bahagia.
Maka jatuh cintalah selalu pada pasangan kita. ;)
Tidak menapikkan bahwa rasa jenuh pasti muncul, komplain pasti selalu ada
Ketegangan bisa sering terjadi tapi
Jangan jadikan itu alasan utk memalingkan hati.

Dunia online membuat qta terlalu terbuka utk menerima perhatian dri orang lain, bahkan lawan jenis
Hal ini memang sangat rentan
Pasang foto profil agak nyentrik dikit pasti langsung ada yg komen
' ur smile is so beautifull
' ur eyes make me die
Bahkan ada yg langsung ngomong
' menikahlah dengan ku
Tapi gak juga khan qta langsung menanggapi serius halhal itu
Ingat keluarga kita adalah kehidupan yg berharga buat kita.
Pasangan hidup (baca: suami) adalah sesorang pilihan tempat kita melabuhkan hati ini.
Kita memilihnya karena kita punya impian yg serupa
Kita memilihnya karena ia yg terbaik.

Kalaupun sekarang sudah tidak tiap pagi lagi dia menyapa kita dg senyum sumringah
Kalaupun sekarang sudah tidak lagi dia menanyakan sudahkah kita makan 3x sehari
Bukan berarti sudah tidak ada cinta.

Jangan pasif, kalau dia tidak tanya yah kita dong yg menanyakan
Kalo dia tidak mencium kening kita sebelum berangkat kerja yah kita dong yg minta dicium (sama suami ya.. bukan sama yg laen ;))
Itulah Perjuangannya

Saat kita sedih dan kesal dg ulah pasangan.. yukk buka foto2 lama, buka memory kita
Ingat kalau diawal2 pernikahan semuanya indah
Sepayung berdua, tatapan mesra penuh cinta, saling menyuapi, bergandengan tangan.
Ini akan membuat semua pria ganteng cuma lewat (hehehee.. pdahal sih tetep ngelirik juga)

Yuuk jatuh cinta lagi pada pasangan kita
Impian kita dimulai dri membahagiakannya
Ingat deh, saat anak2 semua nanti sudah besar dan tidak serumah lagi dg kita, pasangan kita adalah sahabat sejati yg akan selalu ada dan menemani.

Belajarlah bahwa cinta itu harus trus dipelihara, dipupuk dan disirami bukan dibiarkan mati.

Siap2 jatuh cinta lagi
Yuuk taburkan cinta dikeluarga
#mimpi keliling dunia bersama suami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...