Langsung ke konten utama

Jauh itu ..

Jauh dri keluarga.. nenek, papap sayang, kaka tata dan dede oliif
Bkin aq belajar banyak hal
Mandiri.. yup
Kemandirian
Harusnya usia belasan yg belajar mandiri ya. Tapi.. aq juga belajar lagi belajar mandiri
Aq si bungsu yg bergantung sekali pada suami dan mama hrus mengerjakan semua sendiri..
Masak, Mencuci, beli air galon, belajar.. beli makan
Hmmmphh
Begitu kangennya aq sama semua kemudahan duluuuu
Saat begini baru terasa kalau KELUARGA adalah surga buatku
Mama yg selalu menyediakan semuanya
Papap sayang yg selalu mengingatkan
Tempat curhat dan berlindung
Anak2 yg selalu menjadi jendelaku utk ceria
Tertawa..

Pelajaran k2 adalah menata hati dan setia
Hmmm..
Tidak cukup kata utk ini
Pada saat kota menawarkan 1001 keglamorannya..
Pada saat kota menawarkan 1001 kenyamanan semu
Aq belajar banyak
Berpikir positif, berhatihati, waspada,
Iman pada Allah dan menjadi pribadi amanah adalah jalannya

Pelajaran ke3 adalah membagi waktu
Waktu waktu efektif
Belajar
Bermain
Jalan2..
Olahraga..

Aq disini..
Jauh dri keluarga.
Adalah utk masa depan mereka
Utk pembelajaran..

Episode : ultah sendiri...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...