Langsung ke konten utama

2020 ... Perubahan Dunia 

Assalammualaikum, Subhanallah.. setelah ribuan purnama baru sadar kalo masih punya akun blogger begini, hari berganti, cuaca berubah, bahkan hidup tak lagi sama.

2020, wow!!

Jumping Informasi, Jumping Media, dan Sekarang Lagi COVID, Corona!!! Virus yang nakutin umat sedunia, fenomenal, mengubah seluruh kehidupan muka bumi, semacam Perang Dunia.

Oiya, sebelumnya niyh, udah 6 tahun sejak postingan terakhir tentang jalan-jalan kuliah, yes banget deh, akunya udah pulang, udah kerja lagi, udah dikasih jabatan. Pindah kantor baru, opss bukan baru juga ya sejak pulang 2016 sampe sekarang udah 4 tahun, dan pastinya udah mulai bosen lagi. 

Aku, paling susah menyenangi rutinitas, paling susah menyenangi hal yg begitu begitu saja, dan lagi sudah lama belum melanglang buana lagi mencari kitab suci, lagi mohon minta pindah kantor, tapi belum disetujui kayaknya. Entah sangkut dimana Suratnya.

Aku lama gak isi Bloq, Pemilihan Presiden aja sampe lewat, Gubernur juga udah ganti, Bupati apalagi. 

Sekarang, semua digital, komunikasi tanpa batas jarak dan waktu, wuussss ewes-ewes, puoool dan edan-edanan, masyarakat udah tanpa kasta dan tingkatan kalo di dunia yang itu, iyee yang itu. 

Akun-akun komunitas bukan cuman menjamur, tapi juga kayak kerumunan ulat tai, sana sini penuh dengan anggotanya, dan semua bisa menyampaikan apa saja. Lalu semua serba ramai, semua komen, semua tak ada remnya, bahkan kadang melewati rem etika dan kesantunan. satu kata LUARBIASA.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...