Berada di kondisi nyaman memang membuat kita malas bergerak,
seperti kalo sudah nyaman tidur-tiduran di sofa pasti malesss banget buat bangun, walopun air mendidih dan ceret sudah berbunyi nyaring kayak peluit satpam tetep nyantee
seperti kalo sudahasyik di depan tv, nonton sinetron atw apapun jadi males ngapa-ngapain
seperti itulah kalo sudah berada di kondisi yang nyaman - nyaris mirip
dengan kehidupan kita,
anak-anak sudah bisa bersekolah
kita sudah punya kendaraan untuk kemana-mana (walau roda dua)
dirumah sudah ada TV (utk sinetron, kulkas, kompor gas, mesin cuci, mesin air, dispenser)
ga perlu lagilah macem macem
duit bulanan sudah ada, klo anak pasti adalah rezekinya (Allah sudah atur)
walau duit bulan itu ya hanya cukup untuk bulan itu, ga bisa untuk bulan anu
pokonya mah cukup ajah ...
kesannya 'nrimo banget ya..
bersyukur memang perlu.. eh wajib malah, karena Allah bersama mereka yang bersyukur
tapi, apa gak kepengen ya punya hasil pendapatan yang lebih, setidaknya bisa bernafas lega
gak pengen gitu fasilitas sekolah anak-anak adalah sekolah terbaik
informasi dan pengetahuan bisa dengan mudah didapat
kemana-mana naek kendaraan yang klo panas gak kepanasan, kalo hujan gak kehujanan
bisa banyak berbagi ke tetangga, bisa kasih orang tua dan mertua
hemm.. "impian hanya akan jadi sekedar impian kalau kita tidak berusaha mengejarnya, dan nasehat hanya sekedar nasehat kalau kita tidak menjalankannya"
kenapa kita gak berubah? banyak pendorong yang harusnya membuat kita berubah
berubah gak harus menunggu kepepet khan? atw memang harus kepepet dulu baru dirubah?
bukannya lebih baik berusaha daripada mengeluh, lebih baik banyak bekerja daripada bermalas-malasan
sering dengar ibu-ibu mengeluh harga-harga pada naik, barang-barang pada mahal, bahkan kosmetik gak kebeli
hemhemhem.. harga2 itu gak bisa kita rubah, barang-barang kebutuhan tetap harus dibeli dan solusinya apa??
kita yang berubah menyikapinya.. kita harus merubah pendapatan kita
Jadi berubahlah dan keluarlah dari zone nyaman itu.
,

Komentar
Posting Komentar