Menerima kabar dari seorang teman bahwa ada 'teman yg meninggal karena disengat lebah tanah (jenis lebah yg sangat berbahaya karena bisanya sangat mematikan hanya dalam waktu 10min bisa membuat yg disengat pingsan dan sesak nafas) padahal usianya baru 34 thn dan dalam kondisi sehat wal afi'at.
terpikir istrinya yang sedang hamil 4 bulan dan 3 anaknya yang masih kecil, yg sudah menjadi yatim diusia yg sangat belia, bahkan si bungsu tidak akan pernah ditimang sang ayah
Kematian memang bukan kita yang mengatur
namun kita masih bisa mempersiapkannya sebelum kita dijemput
bekal untuk kita, bekal untuk orang-orang yg kita tinggalkan, bekal untuk anak-anak kita
dan apakah yang paling bermanfaat ??
Iman, Ilmu dan Amal
Iman, jangan pernah gadaikan ketaatan dan ketaqwaan kita, sebab kita tidak tahu kapan maut menjemput, apakah pada saat kita sedang khusyuk atau kufur
apakah kita sedang taqwa atau sedang lupa
sudahkah kita menjadi contoh bagi anak-anak, teman dan tetangga untuk ketaatan ini? cukupkah keimanan yang kita punya untuk bekal?
Ilmu, untuk melaksanakan, mengimplementasikan keimanan harus punya ilmunya, ada tatacaranya
ibarat sholat, kita tetap harus tahu mana syarat mana rukun dan mana sunnahnya
jadi ilmu tetep memegang peran penting, maka ajari anak-anak kita kebaikan, kejujuran, kemandirian
tinggalkan mereka dengan ilmu hingga mereka tidak perlu kebingungan harus melakukan apa, berbuat apa, bagaimana??
setelah kita tiada
Iman dan Ilmu belum lengkap tanpa Amal
sudahkah kita berarti bagi orang lain??
bisakah kita berbagi pada sesama??
"sampaikanlah walau satu ayat" kutipan favorite saya, yang sering saya artikan bahwa kita mesti membagikan apapun yang kita punya pada yang memerlukan, jadi bukan hanya arti harfiah bahwa Ilmu yang kita miliki harus sering disampaikan
bukan hanya senyum, wejangan, kata-kata bijaksana
bahkan harta sekalipun bisa kita bagikan
karena anak perempuan sering bilang 'orang pelit kuburannya sempit" yang aku sendiri sampai hari ini belum bisa memaknai arti kata2 itu
kembali kepada Ibu yang ditinggal suaminya tadi
semoga beliau memang sudah siap, semoga beliau tetep sabar dan tabah
.. amiiennn
dan aku.. teutep ingin membekali anak-anakku dengan kemapanan pada saat aku tinggalkan
Alhamdulillah bisnis yang kujalankan bisa diwariskan, jadi kekhawatiranku bisa sedikit berkurang. :))


Komentar
Posting Komentar