Langsung ke konten utama

Allah lebih sayang padamu .. Nak!

Anak.. adalah anugerah yang luarbiasa di hidup kita
kita bahkan sering melupakan hal-hal yang bisa kita nikmati untuk kepentingannya
sebelum punya anak, kita adalah fashionista
tapi begitu ada mereka.. bahkan semua hal dicurahkan dan diserahkan padanya

Apa yang terjadi saat tiba-tiba
Ia harus pergi...
pergi dari kehidupan kita
bukan untuk menikah yang dengan nyata masih bisa kita lihat
tapi benar benar pergi untuk selamanya
benar benar pergi tanpa bisa menjabat erat tangan kita
pergi untuk tidak lagi mencium kedua pipi kita
pergi selamanya
dengan tiba-tiba
menghilangkan keceriaan
membawa pergi separuh hati kita
membawa pergi separuh keinginan kita untuk hidup ini

Apa yang terjadi pada hati ini..

Dunia pasti terasa runtuh
senyumnya, tawanya, tangisnya, cerewetnya.. bahkan omelan omelannya yang mewarnai hati ini
mewarnai hari-hari kita
selalu akan terkenang
bukan hanya hari ini
bahkan sampai akhir hayat
Kemarin..
masih ada ia dengan semua omelannya
keluh kesahnya
marahnya
cerewetnya
celoteh dewasa dan nasehat sok bijak
Tapi hari ini..
bahkan alam pun ikut menangis
segenap hati yang mengenalmu merasa kehilangan

Penyesalan sebagai Orang tua??
Kekesalan akan Nasib??
Kenapa Ia yang harus pergi lebih dulu ya Allah
Kenapa hanya dengan begitu mudah Ia meninggalkan kita
Harus marah pada siapa?
Mengamuk?
Menangis?
1001 hal yang tertinggal dan tersisa di hati ini

ya Allah..
kami tahu Anak hanya titipanMu
anak selalu punya dunia
anak selalu hidup di alamnya
tapi hati ini.. hati yg menjadi milikMu
tidak bisa berbohong
sudah sepenuhnya jatuh hati

Kami, Orang Tua
bahkan sanggup menggadaikan apapun untukny
Namun Allah lebih sayang
Janji syurga adalah milik mereka
Anak-Anak yang Kau ambil lebih dulu dari orang tuanya

Tabahkan hati dan ikhlaskan diri ini

(memory Ezy : 27 July 2013... Menjemput Takdir Syurganya..)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...