Akhir bulan lalu, aku mendaftar lagi utk lanjut ke pendidikan yg lebih tinggi
Grasak grusuk karena tenggat waktu yg mepet, deadline yg harus segera dipenuhi
Dikirimlah berkas2 pendaftraan utk melengkapi persyaratan setelah mendaftar secara online
Tada...
Ternyata rekomendasi utk lanjut secara akademik harus ditandatangani dan diajukan dri kampus asal sebelumnya, dan tempo yg diberikan hanya 3hri
Terburu2 dan tedesak.. telpon sana sini
Telpon saudara seperjuangan yg sekarang jdi dosen ternyata semua full job
Hubby jauh juga sedang pelatihan
Tiket pesawat juga belum ditangan..
Hadeh, sabtu minggu kampus libur. Surat rekom harus diterima panitia penerimaan hari senin
Hmmm
Selalu yakin bahwa pertolongan Allah selalu dekat
Telpon ponakan di bandara, dpet tiket cancel dg harga 2x lipat alias bisa dipake PP
Alhamdulillah, my lovely hubby kali ini mendukung banget dan bersedia menyerahkan uangnya utk beli tiket pesawat.
Dan seperti dimudahkan, dosen akademik semua ada ditempat, yg selisih sehari saja keduanya dapet tugas keluar kota.
Akhirnya
Berasa lagi mengurus semuanya sendiri
Keluar dri zona nyaman
Usia sudah menjelang 40
Kembali mengaca pada diri
Apa yg kucari
Apa yg ingin kukejar
Allah sudah kasih apa yg kumau
Anak2 lengkap sepasang
Belahan hati - aku dpat yg terbaik
Namun,
Mimpiku tetap ada disana
Usia 35 aku harus punya mobil - allah sudah kasih
Usia 35 aku akan sekolah lagi - allah juga kasih
Punya anak2 sepasang, laki2 dan perempuan - Allah sudah kasih
Suami ku pria pekerja keras - menarik - bertanggungjawab dan luarbiasa sayangnya pada aku dan anak2 - Allah juga kasih
Lalu apa?
Satu impianku yg masih sama dan ada disana
Merasakan pendidikan di negara lain
Travelling disana
Merasakan kultur yg berbeda
Cara pandang dri sisi yg berbeda
Aku ingin dg pendidikanku nanti
Aku bisa sampai pada mimpi itu
Allah kasih kesempatan padaku utk merasakan itu
Aku dan anak2 bahkan suamiku
Ammminnn
Aku yakin bisa
Aku yakin Allah akan kasih itu.
Keep dreaming the dreamlover.
Komentar
Posting Komentar