Langsung ke konten utama

MidTerm Exam

Seminggu ini jadwal ujian pertama dan perdana di kota ini
Benar benar pelajaran baru buatku, yg sudah 13thun lalu berhenti melakukan aktifitas kemahasiswaan
Aku merasa bahan bacaan yg begitu banyak, tanpa 1pun kubaca sebelumnya..
Waduuhh baru merasa bahwa waktu baca telah kubuang hanya utk galau dan melamun, pekerjaan yg menandakan bahwa aq belum bisa meluruskan hatiku..
Membuatku bertahan dan sanggup dalam tekanan.
Stress.. hmm
Sempat muncul
Tapi aku selalu punya prinsip
'This too will pass
Apapun toh pasti akan berlalu
Jadi nikmatilah prosesnya
Proses deg degan
Proses kebingungan
Proses bercanda dan pembelajarannya
Proses pembentukan kerangka berpikir

Analisalah yg paling penting..
Dan itu pun akan berlalu juga
Gak ada yg lama

Ada yg ujiannya bisa dibawa pulang
Ada yg ujiannya openbook
Ada yg closebook
Bagiku yg penting adalah bagaimana bersikap sajah

Mungkin karena aku bukan dri akademisi
Aku praktisi
Yg sering merasa bahwa teori2 itu hanya utk kondisi ideal
Walaupun aq masih juga berkutat dg hati nurani utk keidealan itu.

Hmm..
Semangat sampai akhir

Bencana itu selalu ada
Dimana pun dan kapanpun sama seperti saat kita menjemput kematian

#berdamai dg keadaan dan hidup lebih bahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...