Langsung ke konten utama

New Life

Kesempatan meraih banyak hal itu tidak datang 2kali
Lebih baik 'ajimumpung dripada 'ajisaka
Lha?
Maksudnya memang seandainya kesempatan itu datang tiba2 dan jumlahnya banyak.. kenapa gak kita ambil semuanya asaaallll kita bisa memanajerial waktu untuk.mengerjakan semua hal
Jangan sampe gak total

Wanita.. mungkin bisa 'multitasking
Mengerjakan banyak hal dalam 1 waktu
Namunn pria lebih fokus
Karena bisa menyelesaikan hal hal ruwet sedetail mungkin
Karena banyak wanita ruwet utk seorang pria
Ehh.

Bact to topic
Nah,
Kesempatan yg banyak itu memang kita dapet pas status kita adalah MahaSiswa
Kebayang kan namanya aja Maha.
Wuihh.. luarbinasa deh dapetnya, smua fasilitas, semua kemudahan, semua informasi mengalir derasss
Trus apa yang dilakukan sewaktu dapat kuliah
Kalo aq sih
Pertama, berteman sebanyakbanyaknya perluas jaringan karena aq yakin banyak teman banyak rejeki
Siapapun akan kutemani selama berteman dengannya menjadikan aku belajar dan berpikir positif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...