Langsung ke konten utama

Abi.. idolaku banget part2

Lammma banget baru tertulis ini
3hri 3malm kami bermlm dirumah sakit banyak hal yg kupikirkn..
Pria yg kunikahi ini memang bukan pria romantis
Ia adlh pria yg selalu sabar dan mengalah
Pria yg tidak mau konflik, dimata orang lain mungkin menjadi  SUSIS, tapi tidak, aku jamin dia bukan jenis itu.
Saat kami susah senang
Bermasalah tak pernah kudengar ia mengeluh
Dia selalu mengusahakan memberikan yg terbaik bagi keluarga
Membuat kami bahagia
Pria yg bukan pilihanku
Hmmmm...
Benar, pria ini bukan pilihanku tapi Allahlah yg menjadiknnya jodohku
Anakanak kami
Semua dekat padanya
Dekat pada papah
Abi
Memang idolaku banget
Dulu aq memang tidak cinta padanya
Tapi sekarang dia adalah bagian hidupku
Bagian perjalananku utk masa depan
Menikah tanpa cinta
Tapi menikah dengan keyakinan
Yakin akan mengusahakan apapun utk menjalani pernikahan
Yakin akan membuat kita belajar dan berpikir
Yakin bahwa Allah lah pemilih terbaik
Itulah modal nya
Rahman dan Rahim
Ya Allah
Tetapkanlah ia menjadi jodohku selalu
Amiennn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...