Langsung ke konten utama

'Kapal yg hampir karam

Kulihat sang mualim 1 (m1) sibuk mengumpulkan semua perabot dan hartanya utk dimasukkan kedlm sekoci
Mualim 2 (m2) tetap bekerja berusaha menjalankan kapal
Mualim 3 (m3) sedang asyik tidur tanpa peduli kesibukan yg lain
Dan mualim 4 (m4) bekerja sambil santai, jika ada bagian yg harus dikerjakan ya dia kerjakan, jika sudah selesaipun dia santai2 saja.
Dan sang nakhkoda yg hanya duduk termenung sambil memegang kemudi.

Yah, kapal ini punya 4divisi yg harus bekerja sinergis, ada atau tidak ada seorang kapten kapal
Nakhkoda bukanlah sang kapten
Nakhkoda hanya menunggu perintah.
Lalu bagaimana klo sang kapten pun tak ada
Apakah kapal ini qta biarkan karam?
Kembali lah pada fungsi masingmasing
Berjalanlah dg membawa hati
Lakukan karena kepedulian
Sayang kalo qta berakhir hanya dengan menyelamatkan diri sendiri
Bebas masingmasing
Lupakah bahwa qta 1 tim
Kapal ini tumpangan kita, kita akan berhasil sama2.. temanku pernah bilang
1 berhasil semua sukses
Jangan buat ketimpangan sana sini
Jangan hanya memperkaya diri sendiri
Sedih rasanya

Masih kah semua peduli dengan kapal ini
Yg luarnya terlihat begitu mewah
Adakah arti kemewahannya jika dihantam badai satu kali lagi akan karam
Kemewahan bukan apa2, jika mesin hanya bekerja sebelah, dan tiang layar sudah patah

Teman
Ayolah, saat masih ada waktu utk memperbaikinyaa
Qta bekerja samasama utk mengembalikan kejayaannya
Tidak banyak yg kupinta
Hanya "kepedulian
Tidak usah banyak... sedikit saja

'Catatan hati yg patah
Tapi
Mimpi ku tetap sama "berguna bagi orang lain"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...