Langsung ke konten utama

Sukses itu Berpulang pada diri sendiri

Beberapa hari lalu ada member yg sedikit komplain, curhat dan mengeluh
Dia bilang.. koq dia ga kayak si anu, gak kayak si itu
Level gak naik naik malah cenderung turun, dan downline dia juga pada berhenti order #tepok jidat
Haduhh...
Kayak gini nih yg gampang gampang ribed ngadapinnya
Lalu aku tanya deh
"Waktu kamu sampai pada capaian level tertinggi, apa yg kamu lakukan?
Setelah kamu sampai pada level itu apa yg kamu lakukan?
Dia berpikir juga
Coba direnungkan, ini bisnis network marketing, dimana qta ga bisa "depend on someone else.
Yg ada adalah diri kita
Kemauan
KeyakinaN
Keinginan
Hasrat
Dan KOMITMEN
Di bisnis ini, kita penentunya
Jika saya bisa sukses..
Maka kamu bisa.
Trus dia bilang
'Saya mau sukses mba jadi harus bagaimana?
Harus KOmitmEN.
Dalam semua hal.
 
Mereka yang komit dengan tujuan dan mimpinya berhasil koq
Mereka Mereka ini berhasil berangkat ke Bali tahun ini utk mengikuti Seminar Director Oriflame di tahun 2013.

So
Yakinlah
Be Positive Be Passion and

ACTION

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan PERJALANAN ...  Infrastruktur dan Bencana benar benar lupa dilupakan melupakan atau sekedar menunda dan menyimpannya untuk sementara.. Mimpiku masih sama.. travelling, melihat keindahan dan kekuasaan penciptaan alam semesta oleh sang Khalik bahkan isi media sosial yg kuikuti adalah foto-foto aku jalan-jalan, hingga komen mereka yg masuk adalah "mba ini kuliah lagi atau jalan-jalan mulu siyyy??? 'hehehehehe... bolehkan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui sebenernya tuu ya.. foto2 travelling itu, adalah bagian dari perkuliahan lapangan yg dibuat oleh dosen mata kuliah di kampus, dosen yg tidak mau kami datang ke jogja hanya duduk kuliah, kost dan makan tidur belajar prof yg satu ini, menugaskan kami utk berkeliling jogja, melihat mengamati dan akhirnya menulis infrastruktur yg ada hal-hal yg tadinya lepas dari pengamatan hal-hal yg dianggap sepele hal-hal yg dirasa bukan urusan kita tampilan foto-foto ini adalah perjalanan selama kami melintasi jogja....
  "Kenapa sih sekarang cari jodoh sulit banget?" kalimat pembuka dari seorang gadis early thirty di depan gorengan dalam posko rumpi antar wanita 55, 43, 42, 32, 27 dan 23. Perwakilan generasi yang cukup melalui era yang berbeda dalam kancah perpolitikan dunia pencarian jodoh. “Jodoh simpel, gak perlu nyari, dikasih koq sama Ortu. Minimal dapet sepupu’” jawab si 55. Pastinya lahir dari zaman Siti Nurbaya. “Jodoh dimudahkan, ada rejekinya untuk setiap orang” si 43 yang bunyi “Iyup banget Teh, gak usah dikejar-kejar, dateng kok.” Sambil mengunyah dan mencolek sambel kacang teman gorengan. Ketambunannya tidak menghalangi si 42 untuk mengunyah. “Tapi iya koq, jodoh itu sulit. Zaman sekarang mencari Pria yang layak untuk dinikahi itu berat, lebih berat dari Rindu” persepsi si 32 kurang lebih sama dengan si 27 pencetus omongan. “Oh jdi begitu, makanya Mba lama juga baru nemu jodohnya. Karena mencari yang layak saja susah. Kalo sekarang saja sulit, terus 5 tahun lagi, bisa...